Mukena Baru Buat Najma

image

Alhamdulillah akhirnya jadi juga mukena buat Najma yang kujahit sendiri. Dan Najma sukkaaa bangettt…selaluu bilang “makasih ya Bunda”. Dan makin rajin sholatnya. Tiap dengar adzan langsung ngajakin sholat. “Kita sholat yuk..aku mau sholat”.

Dan tadi habis sholat tiba-tiba dia sedih.
Najma: Maap ya Bunda
Bunda: Maap kenapa?
Najma: Bunda capek
Bunda: Capek kenapa?
Najma: Bikin Mukena
Bunda : Ga apa2 sayang..makanya Najma sholatnya yang rajin yaa #senyumharuciumnajma
Najma: iya Bunda

:’) *speechless
Najma Fathuna Khaylila 2 tahun 8 bulan

Advertisements

Bulan Kedua dengan Senyuman yang Lebar ^^


Memasuki bulan kedua Najma sudah mulai bisa diajak tersenyum responsif. Ia menatap wajahku saat kuajak bicara, walau setelah itu ia berpaling. Hanya bertahan 10 detik. Ia memperhatikan mimik wajahku.

Aku mengajarinya menjulurkan lidah, dan yeaah..berhasil. Ia peniru yang baik. Ia meniru expresi wajahku. Aku juga menjadi cerminnya. Ketika ia mengerutkan dahi, membuka mulut lebar-lebar atau menyeringai, aku menirukannya dan melebih-lebihkannya. Ia melihat wajahnya di wajahku.

Ia kini melihat lebih jauh. Suka memperhatikan pajangan yg tergantung di dinding. Memperhatikan warna-warna kontras. Dan matanya mulai bisa mengikuti gerak benda.

Suaranya semakin terdengar. Eeeh, aah,nggiing. Lucuuu sekali.

Beberapa waktu lalu aku makan makanan pedas yang agak lebih dari biasanya. Hmm, kotorannya agak sedikit berubah. Warnanya bukan kuning cerah lagi, tapi agak kehijauan. Aku sedikit cemas. Aku berusaha menghindari makanan-makanan yg mencurigakan. Dan alhamdulillah kotorannya kembali normal.

Genggaman tangannya mulai dikendurkan. Jari yang mengepal mulai terbuka satu persatu. Kini jari-jarinya lebih santai dan dapat menikmati dunia. Saat aku menaruh tali boneka di tangannya ia terus menggenggamnya. Terkadang ia menjilati punggung tangannya. Nampaknya menuju bulan ke-3 harus disiapkan teether agar bisa menemani perkembangan tangan yang lebih terampil.

Sebentar lagi Najma akan genap 2 bulan. Dan akan memasuki bulan ketiga dengan tangan yang lebih terampil insyaAllah. ^^

Bulan Pertama Telah Terlewati


Bintangku, yang dulu hanya bisa kurasakan tendangan dan tinjuannya telah benar2 bisa kupandangi betapa lucunya dia.

Saat pertama pulang ke rumah,di malam hari ia benar2 membuat kami tak dapat tidur. Sebentar menyusu, lalu menangis. Begitu seterusnya. Kami berdua tak putus asa berusaha memahami keinginannya. Digendong, menyusu, atau sedikit mengipas agar ia tak merasa panas di udara kota Jakarta yang gerah ini.

Di bulan pertama ia terus menyusu hampir sepanjang hari. Tak hanya itu. Masuk dari atas bawah pun keluar. Berdasarkan buku yg aku baca, itu normal. Kotorannya berwarna kuning cerah dan seperti banyak biji. Untungnya anakku hanya mengkonsumsi ASI,jadi kotorannya tidak terlalu bau.

Berat badannya pun bertambah, ia semakin berat di gendongan. Pada hari ke-24 lalu beratnya bertambah hingga 0,6kg. Wajahnya semakin lucu.

Pada awal bulan ini matanya belum bisa fokus. Karena bayi baru lahir memiliki pupil yg kecil sehingga bayangan tak tepat jatuh pada retina.

Begitulah bulan pertama terlewati, ia mulai dapat tersenyum lebar. Selamat datang di bulan kedua dengan senyuman yang lebar sayang. 🙂