Mengapa Selebritas Korea Bunuh Diri?

Walau tidak ada catatan statistik yang akurat, selebritas Korea tampak lebih rentan bunuh diri ketimbang artis di Amerika, Eropa, atau Jepang.

Cha Dong Hae, mantan anggota SG Wannabe (grup paling populer di Korea), menambah panjang daftar selebritas yang meninggal bunuh diri. Hae memang dikabarkan menderita depresi berat setelah dua tahun lalu ditinggal mati manajernya — yang juga bunuh diri di sebuah hotel.

Walau tidak ada catatan statistik yang akurat, selebritas Korea tampak lebih rentan bunuh diri ketimbang artis di Amerika, Eropa, atau Jepang. Padahal tekanan yang dialami dalam mencapai ketenaran kurang lebih sama.

Tahun 2005, artis Lee Eun-Ju (yang sedang naik daun) ditemukan gantung diri. Langkah serupa juga rupanya diambil oleh selebritas Korea yang lain seperti U-Nee, Jeong Da-bin, Ahn Jae-hwan, Choi Jin-sil dan adiknya, Choi Jin-young.

Yang paling menggegerkan, aktor pelopor invasi demam Korea Park Yong Ha tahun lalu ditemukan tewas gantung diri dengan kabel telepon di kamarnya.

Apa yang mendorong selebritas Korea begitu mudah mencabut nyawa mereka sendiri?

Percaya atau tidak, negara Korea ternyata memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Organization for Economic Cooperation and Development mencatat, 21 dari 100 ribu orang Korea melakukan bunuh diri — melewati batas normal yaitu 11.

Hwang Sang-Min, seorang psikolog dari Universitas Yonsei, mengungkapkan bahwa orang Korea cenderung membentuk identitas mereka sesuai pandangan orang lain terhadap dirinya. Selain itu, mereka juga memiliki konsep Han — yaitu bersikap diam dan berusaha tabah walau dalam keadaan marah.

Percaya atau tidak, negara Korea ternyata memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia.

Pekerjaan sebagai selebritas yang sangat lekat dengan urusan pencitraan (alias tergantung pada popularitas) membuat konsep Han jadi amat berat dilaksanakan. Terutama bila mereka sedang menghadapi situasi yang buruk.

Karena selebritas tidak lagi mampu menunjukkan citra baik dan tenang, mereka cenderung frustrasi, menyerah, dan mengambil pilihan drastis — salah satunya adalah bunuh diri.

Faktor lain yang juga berpengaruh dalam tingginya tingkat bunuh diri di kalangan selebritas Korea adalah kurangnya program konseling. Budaya Korea yang cenderung tertutup juga membuat para selebritas itu malu jika ketahuan publik saat pergi ke konseling atau sedang mengalami depresi.

Selain itu, faktor agama rupanya juga memegang peran. Hampir setengah penduduk Korea tidak memiliki agama, sehingga ketika mereka mengalami depresi, penghargaan terhadap nilai kehidupan pun rendah.

Kepercayaan akan konsep reinkarnasi juga membuat orang Korea terdorong untuk mengakhiri hidup mereka dan menjalani kehidupan baru yang mungkin lebih baik dari sekarang.

Yang mengkhawatirkan, banyaknya kasus bunuh diri di kalangan selebritas menimbulkan kecenderungan serupa di kalangan penggemar mereka. Sejak kematian aktris Lee Eun-Ju pada 2005, tingkat bunuh diri dikabarkan mengalami peningkatan cukup signifikan.

Oh Kangsub, seorang psikiater di RS Kanbuk Samsung mengatakan, “Ketika seorang selebritas bunuh diri, penggemar mereka akan mengikuti aksi sang idola.”

Sebagai langkah antisipasi, kabarnya saat ini pemerintah Korea sedang gencar menggalakkan program konseling di banyak rumah sakit untuk membantu para warga yang sedang depresi.


Advertisements

>>”TOKO SUAMI”

Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka dikota New York dimana wanita dapat memilih suami.Diantara instruksi-instruksi yang ada di pintu masukterdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan mainuntuk masuk toko tersebut. “Kamu hanya dapat mengunjungitoko ini SATU KALI” Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimanasetiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami.Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelakitersebut. Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamudapat memilih lelaki di lantai tertentu atau lebih memilih kelantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantaisebelumnya kecuali untuk keluar dari toko… Lalu, seorang wanitapun pergi ke toko “suami” tersebut untuk mencari suami..

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 1: Lelaki di lantaiini memiliki pekerjaan dan taat pada TuhanWanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini: Lantai 2: Lelaki di lantaiini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecilKembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 3: Lelaki di lantaiini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dancakep banget.“Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.

Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisanLantai 4 : Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat padaTuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantupekerjaan rumah.“Ya ampun !” Dia berseru, “Aku hampir tak percaya”

Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisanseperti ini:Lantai 5 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,senang anak kecil, cakep banget, suka membantu pekerjaanrumah, dan memiliki rasa romantis.

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkahkembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini:Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidakada lelaki di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untukwanita yang tidak pernah puas.Terima kasih telah berbelanja di toko “Suami”. Hati-hati ketikakeluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.

=================================================

Sumber artikel, dari buku:Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 2. Hal. 288-289. ISBN 978-6028-686-938.

5 Tanda Pekerjaan yang Tepat

Ada 5 tanda bahwa pekerjaan kita adalah pekerjaan yang tepat:

  1. Anda bergembira dalam melakukannya.
  2. Anda tumbuh menjadi lebih mampu, lebih pandai dan lebih ahli dibidanngya.
  3. Anda dikenali dengan baik, dihargai dengan baik, ditempatkan ditempat yang baik, digaji dengan baik, dan dihormati dengan baik.
  4. Apabila anda jatuh, anda jatuh kedepan. Orang jadi lebih tahu anda padahal anda salah, atasan jadi lebih senang karena niat anda baik.
  5. Anda dapat melihat impian-impian hati anda melalui pekerjaan anda. Anda jadi lebih tahu arah dan tahapan dari pekerjaan anda.

*Mario Teguh