Marilah kita ingat sejenak.
Ketika aku bersitegang dengan kamu dalam rapat.
Ketika aku acuh dalam pertemuan selintas. Ketika keluar ucapan kasar dengan serapah. Ketika ada ganjalan yang menghujam kalbu. Ketika tiris dan hambar senyum terkembang. Ketika mengingkari kehadiran kamu dalam dakwah.
Ketika secara sadar nilai maknawi ternodai.
Ingatlah kembali semuanya.
Kepada seluruh saudaraku.
Ketika perasaan menguasai diri.
Ketika memandang kamu jauh lebih rendah dari pada kuffar.
Ketika merasa paling beramal. Ketika tangismu tak mampu kudekap. Ketika penderitaanmu hanya lewat sebagi berita. Ketika interaksi kita sebatas basa-basi. Ingatlah kembali semua.
Maafkan atas kesadaran yang terlambat. Menyadari hak kamu yang tersita.
Maafkan kekerasan hati, kelemahan jiwa, kurangnya pengetahuan, dan minimnya lapang dada.
Maafkan ambisi yang besar dan mau menang sendiri.
Maafkan kelalaian dan empati yang tipis dan mengutamakan kamu untuk mengerti. Maafkan!!!
Sesungguhnya kesadaran ini baru kembali. Betapa ukhuwah adalah pilar dakwah yang besar.
Betapa ukhuwah adalah sebuah keutamaan. Betapa Rasulullah menetapkan dalam manhaj dakwah.
Sesungguhnya kesadaran ini baru kembali.
Kamu adalah harta terbesar dalam hidup hari ini.
Dengan senyum ikhlas kamu, bahkan dalam marah dan sikap keras kamu.
Itu semua adalah penguat tapak kaki berjalan dalam dakwah.
Kini aku sadari……!!!!!!!
koernia05 said,
June 23, 2008 at 3:20 am
Asw,,,
Mba ana mampir nih
Subhanallah mba bisa merangkai kata2 yang indah,dapet inspirasi darimana?
zahrotu syitaa said,
June 23, 2008 at 3:49 pm
w3.kalo yag ini mah bukan ane yg bikin koer,niy ane dpt dulu dari madink rohis smu ane…tau juga dpt drmn…hehe
revoluthion said,
June 24, 2008 at 6:49 am
masih ada yah artikel jaman dulu di rohis ???
zahrotu syitaa said,
June 26, 2008 at 2:40 pm
ada laaahhh…