Akhirnya perjalanan skripsiku akan segera dimulai..
dah dapet SK..
Dosen Pembimbing : Dr. YUhilza Hanum truz apa lagi gelarnya ga tau.. Read the rest of this entry »
March 29, 2008 at 4:02 am (Perjalanan Skripsiku!!!)
Akhirnya perjalanan skripsiku akan segera dimulai..
dah dapet SK..
Dosen Pembimbing : Dr. YUhilza Hanum truz apa lagi gelarnya ga tau.. Read the rest of this entry »
March 26, 2008 at 2:17 am (artikel)
ManajemenQolbu.Com : Saya masih ingat ada seorang sahabat yang menulis artikel dengan judul “Cinta tak terbalas”. Ya, jika udah bicara tentang “CINTA” , tidak akan pernah ada kata akhirnya, karena CINTA adalah anugerah yang indah sekaligus bikin gelisah.
Cinta tak/belum terbalas mungkin menyakitkan .. bikin penasaran … sekaligus berbunga angan-angan, “andaikan dia mau sama aku..”, “apa dia tahu perasaanku ya ?”.Mau tidak mau, kita dipaksa untuk mengakui dengan jujur…. , tiap hari pertanyaan serupa itu selalu muncul berganti-ganti.
Bila si dia menunjukkan respon ke arah “sana”, hati kita langsung “kling-kling” bersinar cemerlang, Read the rest of this entry »
March 24, 2008 at 4:47 pm (Dakwah, Ruhaniyah, artikel)
Taujih & Tadzkirah Oleh : Ayat Al Akrash
Engkau ingin berjuang, tapi tidak mampu menerima ujian, rusak oleh pujian, tidak sepenuhnya menerima pimpinan dan tidak begitu setiakawan
Engkau ingin berjuang, tapi tidak sanggup berkorban, tidak sanggup terima cobaan dan hanya ingin jadi pemimpin agar pengikut menjadi agak segan Read the rest of this entry »
March 24, 2008 at 4:35 pm (Curhat)
Wuih…ga t’rasa,,30 okt kemarin umur Lya dah 20 tahun..cepet banget rasanya 20 tahun berlalu,,ya Allah moga usia Lya ga blalu gitu aja,,moga slama 20 tahun nie Lya dapt keberkahan dariMu cintaqu,,moga di usia Lya yang makin btambah dan umur yang makin bkurang bisa jadi tambah dewasa mnjalani hidup-syukran bwt doanya Litha., Tambah shaleh,,eh shaleha deh..spti kata Evin,,he2,,bisa tetep ISTIQoMAh mpe Izrail menjemput,,karna Lya ga tw apa Lya masih bisa smpe ke usia yang ke-21..I Hope I can..moga bisa mbrikan yang t’baik untuk dakwah di jalanMu ya Rabb..!! dan seprti yang Nunk bilang,,Lya ingin cintanya Allah slalu mengiringi hidup Lya,,ingiiiinnn bangetz,,yang pasti pengen bangetz hidup Lya berkah slalu,,seperti doanya eka,,bisa mjdi mujahidah yang TANGGUH!! Ingin juga spti kata Tissa n Decha,,bpendirian tegar n spti judul buku yang di bilang Indah,,pengen bikin ‘bidadari cemburu’ ma Lya..!!! matacih juga bwt doanya Intan n Yuni,,banyak rejeki & enteng jodoh,,amin..amin.. Thanx to Afaf alias Whatever,,aLL D beSt for me..arigato gozaimas(hehe..benr ga tulisannya??sorry kalo salah,,bukan ahlinya seh..) bwt B Fera,, thanx benggetz juga bwt B Amr ‘I wish 4JJ1 wiLL aLways SavE,GuiDe,GivE Us JöY&LuV. N smoga doanya Ira juga diijabah Allah ‘smoga umur yg tsisa dpt dgnkan dgn sbaik2na&mdptkn yg tbaik dlm sgla hal!amien’ dan yang pasti tambah keyen juga dalam sgla hal yang diridhai Allah Subhanahu WaTa’ala Tuhanqu Yang Maha Keren.. Read the rest of this entry »
March 24, 2008 at 4:34 pm (Curhat)
Yaahh..lebaran dah usai, di jaman sekarang nie dah jarang kayaknya dapet kartu lebaran, Lya juga dah ga pernah ngirim2 kartu lebaran. Coz da yang lebih praktis,,,yup,,SMS. Dengan SMS lebih gampang,murah n bisa ngirim langsung banyak…
Lya ndiri lebaran taon nie dah ngirim SMS k tmen2 n sodara sekitar 140 sms, tapi yang dibalez cuma sekitar 48 sms,,huhuL. Tapi gpp,,yang penting Lya dah minta maap.. mungkin mreka dah ga punya pulsa kale,ato sms-nya pending mulu,,dan akhirnya failed juga…hixhix..
Di antara temen2 n sodara2 Lya yang sms-nya nyampe k Lya, dah Lya dokumentasikan,,supaya ga ilang n kale ja bisa bwt referensi taon depan..Lya juga cantumin tanggal n jamnya…b’urutan dari awal mpe akhir…da yang lucu,da yang puitis, da yang ngagetin ‘seolah-olah da yang mati getoh, semacam berita duka cita ’, da yang ga bisa dibaca coz missing text geto deh, da juga balesan dr sms yang Lya kirim tapi Lya salah ngforward dr tmen ‘msh da nma tmn Lya’hehe.
Nah…nie dia sms2 dr mreka… Read the rest of this entry »
March 24, 2008 at 4:31 pm (Puisi)
Dakwah itu pahit, tapi surga itu manizzz..bangget.
Tapi menurutku dakwah itu manizz juga.
Letak manizznya itu adalah pada ukhuwah.
Bukan hanya manis tapi juga hangat.
Berada di shaf dakwah mambuat hari-hariku lebih berarti.
Berada di shaf dakwah membuat hariku terasa lebih berguna.
Walaupun yang kulakukan belumlah seberapa….
Jauh bangget bila dibanding dengan para pejuang keadilan…
Para salafushalih, para mujahid dan mujahidah…
Jauuuhhhhhhhhh banggeeeeeeeeeet…..!!!!!!!!!!!! Read the rest of this entry »
March 24, 2008 at 4:29 pm (sURAtku)
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum.wr.wb Saudaraku yang dirahmati Allah, Ada sebuah ungkapan yang teramat indah dari Rasulullah saw yang berbunyi : “Dari Anas ra. Dari Nabi saw, beliau bersabda : “Tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kamu sekalian sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (Riwayat Bukhari dan Muslim) Subhanallah, Rasulullah saw menempatkan cinta ukhuwah atau persaudaraan itu dengan bahasa kesempurnaan iman, layaknya sebuah pernikahan atau jihad di jalan Allah, takkan sempurna iman seseorang sebelum menempuh semuanya itu. Betapa berharganya sebuah persaudaraan bukan? Persaudaraan yang ikhlas karena Allah, yang terkadang untuk mencapainya teramat sulit, begitu banyak ujian dan cobaan yang mengisi ruang kehidupan ikatan ukhuwah itu. Saudaraku.. Kampus Gunadarma, FARIS, dan ISHOMA..telah kita jalani bersama..pastinya setelah lulus nanti semuanya itu akan bikin kangen..Ukhuwah yang kita jalin,,walaupun ga semudah membalikkan telapak tangan,, Read the rest of this entry »
March 23, 2008 at 5:46 pm (sURAtku)
Mbah..udah lama ya kita ga ketemu..
sejak Mbah pergi untuk selamanya..
waktu Mbah pergi waktu itu Lya masih kelas 3 SMU..
saat itu Lya lagi fokus banget ma UN dan UAS..
tapi tetep aja waktu tu jadi ga fokus..
matematika Lya ancur banget waktu itu..paling rendah di kelas..bahkan satu sekolah..
waktu itu Mbah di Jakarta..
Lya blom sempet jenguk Mbah ke rumah sakit.. Read the rest of this entry »
March 18, 2008 at 9:06 am (artikel)
=Copy dari mana niy ga tau=
Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan
pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu?
Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga
jawaban duniawi (cakep atau tajir
manusiawi lah
). Tapi ada satu
jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih
ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang
baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka
hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah.
Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau
dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti
ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang
pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami.
Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri.
Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan
serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga
ucapannya menjadi kenyataan. Sayatidak ingin melihatnya menangis lagi.
Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal
pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya
selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.
Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu.
Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa
memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali
waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya
mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta
pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk
menanyakan Perkembangan persiapan pernikahannya. That’s all. Kita
tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya
memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa
ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi,
sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol
tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Adabanyak
hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada
saya.Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.
“Aku gak bisa tidur.” Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya
paham kondisinya saat ini.
“Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.”
“Iya.. ya.” Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan
lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil
berbisik-bisik.Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan.
Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita.
Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan
aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar
juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.
“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari
tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci
meja riasnya. Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas
didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan
selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop
putih panjang dengan kop suratperusahaan tempat calon suaminya
bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah
ngikik geli.
“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4,
saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat
diatas dideretan paling atas.
“Busyet dah nih orang.” Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil
menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya
memulai membacanya.
Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini
isi suratitu.
Kepada YTH
Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan
calon kakak buat adik-adik saya.
Di tempat
Assalamu’alaikum Wr Wb
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan.
Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan
dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.
Saya, yang bernama …… menginginkan anda …… untuk menjadi istri
saya. Saya bukan siapa-siapa.
Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan.
Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan.
Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi
kebutuhan istri dan anak-anakku kelak.
Saya memang masih kontrak rumah.
Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya.
Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya
tidak kepanasan dan tidak kehujanan.
Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa
kelebihan.
Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya.
Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya.
Saya hanya manusia biasa.
Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu.
Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta
ini, agar menjadi luar biasa.
Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati.
Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya.
Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah
yang baik. Kenapa saya memilih anda?
Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda.
Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap
memilih anda.Yang saya tahu,
Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk
menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah.
Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat
mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.
Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya.
Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah
ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali
ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur
dan realistis.
Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. surat cinta
minimalis, saya menyebutnya
. Saya menatap sahabat disamping saya.
Dia menatap saya dengan senyum tertahan.
“Kenapa kamu memilih dia.”
“Karena dia manusia biasa.” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia
manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku
tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa.
Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian
hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat
aku.”
“Maksudnya?”
“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih
ada. Iya kan ? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau
suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha.”
“Ssttt.” Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum
tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering
terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu
cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. “Udahtidur. Besok kamu
kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.” Kita kembali
rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih
terngiang terus ditelinga saya.
“Gik…”
“Tidur. Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin
dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang
sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.
Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia
sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur
segala kehidupannya.
Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak
ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana
dan berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju
pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa
indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan
‘nama’. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat
ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah
dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena
Allah semata. Diniatkan untuk ibadah.
Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka
semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap
umat-NYA.
Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang
mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon
keridhoan Allah.
Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah
jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu,
bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses.
Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar
cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam
pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo),
kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri
(belahan jiwa).
Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha
menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.